Madu

Madu Hutan & Royal Jelly Murni 100% Asli, Dijamin,

Inshaa Allah Amanah

Harga Madu Rp. 50.000/350gr

Harga Royal Jelly Rp. 100.000/35gr

Hub Whatsapp 081281162414

—————————————————————————————————————

IMG-20170312-WA0015

*MENGENAL MADU*

Bismillahirrahman nirrohiim…

 

Dewasa ini kebutuhan madu pertahun Masyarakat indonesia sekitar 30 ton, sedangkan kemampuan.produksi di indonesia sekitar 8 ton, tingginya permintaan madu, dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk membuat madu palsu/ madu sintetik.

 

Bahan yang sering digunakan untuk membuat madu palsu adalah : gula pasir, sarang lebah (lilin/ malam), nenas dan putih telur.

 

Seiring dengan perkembangan zaman, dengan zat kimia/ additif yang semakin mudah dan murah diperoleh di pasaran, pembuatan madu palsu juga sekarang bergeser menggunakan zat-zat kimia yang berbahaya untuk tubuh, seperti : *Gula Pasir, Essence madu, Cuka biang (Asam Asetat), sitrun (Asam Sitrat), Soda Kue, Pengental (CMC), pewarna pakaian juga formalin*

 

Bahan-bahan diatas digunakan agar orang awam terkecoh dan  tidak dapat dengan mudah membedakan dengan madu yang asli.

 

Zat aditif tersebut dicampurkan sebagai bahan baku madu palsu dengan tujuan :

 

*1. Gula Pasir, memberikan rasa manis,* gula pasir merupakan gula golongan Sukrosa (karbon rantai panjang) sehingga susah dicerna tubuh, _IG (index glikemik)_ tinggi, beresiko untuk penderita diabetes mellitus (kencing manis)

 

*2. Essence Madu,* agar *aroma yang dikeluarkan seperti wangi madu asli*

 

*3. Cuka Biang* (asam asetat)/ *sitrun* (asam sitrat), diharapkan *memberikan rasa asam pada madu*, asam ini merupakan asam kuat, dilarang untuk langsung dicampur dengan makanan tanpa diencerkan terlebih dahulu, *bersifat korosif dan berpotensi merusak organ pencernaan*

 

*4. Soda Kue*, dicampurkan dengan putih telur, dimasukkan pada tahap ahir, agar permukaan madu paling atas, terbentuk buih, dan pada *saat dibuka ada efek gas keluar/ meledak*

 

*5. Formalin,* agar madu *tidak cepat berjamur ataupun rusak*

 

*6. Pengental (CMC),* agar madu tidak encer, *sebingga terlihat kental dan natural* seperti madu asli, ketika dituangkan

 

*7. Pewarna pakaian*, pewarna biasanya digunakan untuk madu pahit/ madu hitam ataupun madu putih (madu jeruk nipis), pewarna yang digunakan biasanya pewarna pakaian yang *bersifat karsinogenik/ pemicu kanker* apabila masuk ke jaringan tubuh mahluk hidup

 

Beberapa waktu yang lalu, salah satu stasiun televisi, dalam acara *Reportase Investigasi* yang bertajuk *_awas madu palsu!!!_* melakukan pengujian laboratorium di Lab. Pangan Sucofindo, Bekasi. Melaporkan bahwa dari 10 sampel madu yang diambil secara acak, *hanya 3 sampel diidentifikasi sebagai madu asli* adapum indikator yang diuji adalah:

  1. Kandungan Sukrosa
  2. Kandungan Enzim diastase
  3. Tingkat keasaman (pH)
  4. Tingkat kandungan HMF (hydroxyl methyl furfural)

 

Bagian 2 dari 4 tulisan

 

*MENGENAL MADU*

 

Beberapa waktu yang lalu, salah satu stasiun televisi, dalam acara *Reportase Investigasi* yang bertajuk *_awas madu palsu!!!_* melakukan pengujian laboratorium di Lab. Pangan Sucofindo, Bekasi. Melaporkan bahwa dari 10 sampel madu yang diambil secara acak, *hanya 3 sampel diidentifikasi sebagai madu asli* adapum indikator yang diuji adalah:

  1. Kandungan Sukrosa
  2. Kandungan Enzim diastase
  3. Tingkat keasaman (pH)
  4. Tingkat kandungan HMF (hydroxyl methyl furfural)

 

*1. Uji kandungan sukrosa* adalah untuk mengetahui kandungan sukrosa (polisakarida) dalam madu, bila ditemukan kandungan sukrosa, apalagi dalam konsentrasi yang tinggi, maka diindikasikan madu tersebut merupakan madu yang telah ditambahkan gula pasir atau madu sintetik/ madu palsu.

 

*Madu Asli,* yang sumber gulanya adalah dari nektar (cairan bunga) dan diproses dalam tubuh lebah, kandungan gulanya adalah fruktosa/ gula buah (disakarida/ rantai sedang, sehingga mudah dicerna dan langsibg dimanfaatkan oleh tubuh)

 

*2. Uji Enzim Diastase,* enzim diastase merupakan suatu enzim yang sangat khas yang hanya akan didapatkan dalam madu asli

 

*3. Tingkat keasaman,* pengujian ini untuk mengetahui kandungan asam didalam madu, apabila tingkat pH dibawah 4,5, diindikasikan dalam madu tersebut sudah menggunakan zat additif golongan asam kuat.

 

*4. Uji tingkan kandungan HMF,* pengujian ini untuk mengetahui level kandungan HMF, semakin tinggi kadar HMF (lebih dari 50) maka diindikasikan madu tersebut rusak.

 

Bagian 3 dari 4 tulisan

*MENGENAL MADU*

 

Banyak berkembang dan beredar di masyarakat cara pengujian keaslian madu, diantaranya dengan cara :

  1. Dipanaskan
  2. Uji kekentalan
  3. Uji kekeruhan & kelarutan dalam air
  4. Semut
  5. Uji larut alkohol
  6. Uji Buih/ busa
  7. Uji Bentuk sarang/ heksagonal

 

Adapun cara pengujiannya sebagai berikut :

 

*1. Pemanasan,* caranya madu dituangkan kedalam sendok makan, lalu dipanaskan diatas api, apabila madu tersebut berbuih sampai menetes dan keluar dari sendok, maka madu tersebut diindikasikan palsu

 

*2. Uji Kekentalan,* madu dituangkan ke dalam kertas koran, madu Asli tidak akan membuat kertas koran yang dibawahnya seperti basah

 

*3. Uji Kekeruhan & Kelarutan,* madu dituangkan dalam air yang ada di gelas, apabila :

a.Madu Asli akan langsung mengendap ke dasar gelas dan apabila diaduk akan terlihat agak keruh

  1. Madu Palsu, tidak langsung mengendap ke dasar gelas, akan mudah terlarur, dan apabila diaduk masih terlihat bening

 

*4. Semut,* simpan madu di dekat semut, apabila asli maka semut akan mendekat dan memakannya

 

*5. Uji larut alkohol 95%,* caranya tuangkan madu kedalam bejana/ piring yang berwarna putih, lalu tuangkan alkohol sampai menggenangi madu, aduklah, apabila :

  1. Madu Asli, maka ketika alkohol diambil/ dituangkan ke dalam gelas, warna alkohol tetap bening
  2. Madu Palsu, ketika alkohol diambil/ dituangkan ke dalam gelas, warna alkohol menjadi keruh

 

*6. Uji Buih/ busa,* dibagian atas cairan madu dalam botol sering terlihat buih, apabila :

  1. Madu Asli, buihnya halus dan ada gradasi warna buihnya
  2. Madu Palsu, buihnya besar-besar dan hanya satu warna buih

 

*7. Uji Bentuk Sarang/ Hexagonal,* teteskan madu pada bidang datar berwarna putih (piring), lalu teteskan air, putarkan piring berlawanan dengan arah jarum jam, apabila terlihat _water mark_ (tanda air) berbentuk segi enam sama sisi/ heksagonal seperti bentuk sarang lebah, maka madu tersebut diindikasikan asli, begitu pula sebaliknya

 

Ada beberapa cara uji madu yang lainnya yang masih beredar di masyarakat, pengujian diatas yang cukup efektif dan mudah dilakukan adalah poin *3 & 7*  yang bisa dilakukan bersamaan

 

Bagian 4 dari 4 tulisan

 

*MENGENAL MADU*

 

Setelah mengetahui cara pengujian Madu, maka hal yang lebih penting agar kita tidak terkecoh membeli madu palsu, ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan :

 

  1. *Curiga* ketika menemukan Harga Madu yang ditawarkan *sangat murah*

 

*2. Lihat kemasannya,* madu palsu biasanya menggunakan botol bekas syrup

 

*3. Jangan dibeli* bila didalam madu terdapat larva atau lebah yang sudah mati, itu tandanya pemrosesan produksi madu kurang baik, sehingga mengakibatkan kualitas madu menjadi rendah. Larva dan lebah yamg ditemukan di dalam madu akan mengundang mikroorgamisme berkembang biak, sehingga terkadang menimbulkan letupan gas, apabila madu disimpan terlalu lama

 

  1. *Beli* madu yang kita tahu diproduksi *dari* dihasilkan *peternakan*nya sendiri

 

Demikian informasi *Mengenal Madu* semoga bermanfaat.

 

Wassalamuàlaikum…

 

—————————————————

 

Madu Lebah Dari Pandangan Islam

 

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibina oleh manusia”.Kemudian makanlah dari tiap-tiap (jenis) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu lebah) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat ubat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang-orang yang berfikir.”

 

(Q.S. An-Nahl : 68-69)

 

Di dalam Al-Quran, Surah An-Nalh ayat 68 & 69, dengan terang menunjukkan bahawa hasil lebah dan manusia mempunyai kesinambungan yang tersendiri. Pastinya sesuatu yang dicpta oleh Allah itu sangat bermanfaat untuk manusia dan makhluk Nya yang lain.

 

Terdapat beberapa hadis yang khusus terhadap madu sebagai satu kaedah perubatan:

 

Sabda Rasulullah S.A.W.

 

Daripada Abu Said Al’Kudri r.a. katanya:

 

 

“Seorang lelaki telah datang kepada Rasulullah S.A.W. lalu ia berkata, “Saudaraku sakit perut sehingga dia buang-buang air”, Sabda Rasulullah SAW. “Minumlah madu lebah kepadanya”: Lalu diminumkan madu kepadanya. Kemudian dia datang balik kepada Rasulullah S.A.W lalu katanya ” Telah ku minumkan madu kepadanya tetapi sakitnya bertambah”, Rasulullah S.A.W pula menyuruhnya meminumkan madu supaya berulang tiga kali. Dia datang lagi untuk kali keempat. Nabi S.A.W. terus menyuruhnya supaya meminum madu, Kata orang itu, “Aku telah menyuruhnya meminumnya Ya Rasulullah, namun sakitnya bertambah juga”. Sabda Rasulullah S.A.W. “Allah Maha Besar, perut saudaramu itulah yang dusta”. Lalu diminumnya pula madu, maka sembuhlah saudaranya”.

 

Hadis yang kedua disebutkan oleh Ibn Abbas bahawa Rasulullah bersabda “Ubat terbahagi tiga: minum madu lebah, berbekam dan membakar dengan api. dan umatku dilarang membakar dengan api”.  (Riwayat Bukhari)

 

Amalan Rasulullah S.A.W. dengan madu lebah

 

Kitab “Zad al-Ma`ad Fi Huda Khair al-Ibad” ada menyebutkan bahawa Rasulullah meminum madu sebelum makan sarapan pagi di bantu dengan air. Di dalam kitab hadis al-Sunan Ibn Majah pula disebutkan hadis marfu’ riwayat Abu Hurairah yang berbunyi  ”Sesiapa yang makan madu tiga kali sebulan pada waktu pagi, dia tidak akan ditimpa penyakit berat”. Di dalam kitab itu juga disebutkan juga Nabi Muhammad s.a.w. bersabda”Barang siapa menjilat madu dengan air liurnya sebanyak tiga kali makan pagi setiap bulan, dia tidak akan kena bencana (penyakit) yang berat”.

 

Ada juga disebutkan dalam hadis yang lain, bahawa Nabi s.a.w bersabda “Berubatlah kamu dengan dua jenis ubat yakni madu dan al-Quran”.

 

Kehebatan madu sebagaimana disampaikan Al-Quran telah terbukti secara saintifik dan dibahaskan secara ilmiah di seluruh dunia.

 

Sayyid Quthb mengungkapkan, madu lebah sebagai ubat penyembuh penyakit sudah dibuktikan secara ilmiah oleh para pakar perubatan. Inilah salah satu bukti kebenaran ayat Al-Quran yang wajib diyakini umat manusia.

 

Ibnu Sina (890-1037), salah seorang tokoh kedoktoran dunia dan ilmuwan Islam di abad ke-10 Masehi, mengulas mengenai khasiat madu lebah dari segi kesihatan di dalam dunia kedoktoran. Ia mampu dapat menyembuhkan berbagai penyakit dari yang ringan sampai yang berat, seperti tekanan darah tinggi dan jantung. Madu juga dapat menurunkan suhu badan serta menyediakan dan mengatur rembesan, sehingga dapat menghilangkan penyakit demam.

 

Disini kita dapat simpulkan bahawa madu merupakan makanan sunnah dan mengandung banyak khasiat dan dijadikan obatan sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Quran.

 

——————————————————-

Madu (Obat Sunnah Segala Penyakit).” Allah Subhanhu Wa Ta’ala telah memuliakan madu dengan menjadikannya minuman untuk penduduk surga, “Dan sungai-sungai dari madu yang disaring. Dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka….” (QS. Muhammad: 15).

 

 

 

 

 

Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.

 

 

 

 

Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida, fruktosa, dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula.

 

 

 

 

Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda dari pada gula dan pemanislainnya. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.

 

 

 

 

Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah.

 

 

 

 

Kandungan nutrisi

 

Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%), sehingga mirip dengan sirup gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral. Madu juga mengandung sejumlah kecil dari beberapa senyawa dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin. Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu.

 

 

 

 

Analisa madu secara umum:

 

Fruktosa: 38.2%

 

Glukosa: 31.3%

 

Maltosa: 7.1%

 

Sukrosa: 1.3%

 

Air: 17.2%

 

Gula paling tinggi: 1.5%

 

Abu (analisis kimia):0.2%

 

Lain-lain: 3.2%

 

 

 

 

Kekentalan madu adalah sekitar 1,36 kilogram per liter. Atau sama dengan 36% lebih kental daripada air).

 

 

 

 

Madu Dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul (Hadits)

 

QS An Nahl; 68-69

 

Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). ‘Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.”

 

 

 

 

Allah Subhanhu Wa Ta’ala telah memuliakan madu dengan menjadikannya minuman untuk penduduk surga, “Dan sungai-sungai dari madu yang disaring. Dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka….” (QS. Muhammad: 15).

 

 

 

 

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, bahwa seseorang datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan mengadu, “Wahai Rasulullah, saudaraku terkena diare. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda, “Minumkanlah madu kepadanya”. Orang itupun kemudian meminumkan madu kepada saudaranya. Akan tetapi, ia kemudian datang lagi kepada Nabi dan mengadu untuk kedua kalinya, “wahai Rasulullah, aku sudah meminumkan madu kepadanya, tetapi diarenya justru semakin parah”. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun bersabda lagi, “Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”. Orang tersebut pun lantas meminumkan madu lagi kepada saudaranya itu. Ia pun kembali datang mengadu, “wahai Rasulullah, minum madu justru semakin memperparah diarenya”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda, “Maha benar Allah dan telah berdusta perut saudaramu. Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”. Orang tersebut lantas pergi, dan meminumkan madu kepada saudaranya. dan tak lama kemudian, saudaranya itu pun sembuh.

 

 

 

 

Dalam kitab Ath-thibb minal Kitab was Sunnah, Muwafiquddin Al Baghdadi mengatakan, “Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa minum madu setiap hari, yaitu madu yang dicampur air. Beliau meminumnya di pagi hari ketika perut masih kosong”.

 

 

 

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,” Hendaklah kalian menggunakan dua obat yaitu madu dan Al Qur’an. (lihat Sunan Ibnu Majah, j.II, h.1142, hadist no.3452, bab Madu)

 

 

 

 

Rasulullah bersabda: “Jika ada kebaikan pada penyembuhan kalian, maka itu ada pada hijamah atau minum madu atau sengatan api. Tetapi aku tidak menyukai dengan cara kay (sundut dengan besi panas).” (Hadits shahih yang dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Lihat Silsilah al-Ahadits Ash-Shahihah, hadits no. 245).

 

 

 

 

Manfaat Dan Khasiat Madu

 

Aktifitas mengumpulkan madu konon sudah berlangsung sejak 10.000 tahun yang lalu. Bukti yang mengandung pendapat ini adalah temuan gambar pada dinding di sebuah gua di Valensia, Spanyol. Gambar tersebut memperlihatkan dua laki-laki menggunakan tangga yang terbuat dari sejenis rumput liar sedang meraih sarang lebah berisi madu. Pada awalnya, manusia lebih memanfaatkan madu sebagai makanan. Kemudian, pemakaian madu tidak lagi terbatas hanya dikonsumsi sebagai pemanis.

 

 

 

 

Berikut Khasiat Madu

 

  1. Madu untuk Sumber energi

 

Pada masa lalu, para atlet Romawi dan Yunani kuno meminum madu sebelum dan sesudah bertanding sebagai obat untuk stamina dan pemulih energi. Selama berabad-abad madu memang dikenal sebagai bahan bakar para olahragawan ini karena madu mengandung gula yang cepat diserap oleh sistem pencernaan jadi madu adalah sumber energi instan. Hingga kini, dalam dunia olahraga madu diberikan sebelum pertandingan dan sebagai pengganti karbohidrat yang digunakan pada saat latihan.

 

 

 

 

  1. Madu Seefektif glukosa

 

Hasil riset yang dikeluarkan sebuah jurnal kesehatan menyebutkan kadar glycemic index (GI ukuran untuk mengukur dampak negatif makanan dalam gula darah) yang rendah pada madu memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga lebih menyehatkan sistem pencernaan dan menjamin ketersediaan karbohidrat selama berolahraga. Sementara itu, Laboratorium Nutrisi di Universitas Mempish menyatakan bahwa madu seefektif glukosa pengganti karbohidrat selama pemanasan.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Penyembuh luka

 

Dalam dunia pengobatan masyarakat Yunani dan Romawi memelopori penggunaan madu untuk mengobati hidung tersumbat sementara itu bangsa mesir kuno menjadi pelopor pemanfaatan madu untuk mengobati luka. Mereka membuat salep dari madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat tusukan benda tajam.

 

 

 

 

  1. Madu Sebagai antibiotik

 

Setelah ribuan tahun digunakan, khasiat madu sebagai obat luka terungkap secara ilmiah. Madu bekerja sebagai antibiotik alami yang sangggup mengalahkan bakteri mematikan. Madu sangat asam sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Madu menghasilkan hidrogen peroksida yang merupakan anti septik luar biasa. Proses osmosis di dalam madu membasmi bakteri kekentalan madu yang sedikit mengandung air menghasilkan proses osmosis menyerap air dari bakteri pada luka dan luka bakar, tak ubahnya spons menyerap air. Madu mengeringkan bakteri sehingga bakteri sulit tumbuh.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Membunuh kuman

 

Kandungan gizi yang luar biasa antara lain asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit. Madu mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab panyakit infeksi. Mengikuti bangsa mesir kuno setelah menempuh kajian untuk menemukan fakta ilmiah, salep madu untuk luka kini di produksi di Australia.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Terapi

 

Bangsaa Mesir dikenal paling piawai meramu obat dari bahan-bahan alami. Madu termasuk dalam 500 resep obat dari 900 resep yang diketahui. Pengobatan modern yang mengacu pada terapi kuno penggunaan madu dari Mesir puas dengan hasilnya.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Mengobati borok

 

RS Universitas Wisconsin Medical School and Public Health misalnya, Menerapkan terapi madu bagi borok yang diderita penderita diabetes. Uji coba terhadap seorang pasien berusia 79 tahun berhasil menyembuhkan borok pada jari kakinya. Sang pasien bahkan tidak jadi diamputasi berkat terapi madu tersebut.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Antioksidan

 

Di Selandia Baru, terapi madu berhasil menyembuhkan lecet pada punggung pasien yang terlalu lama terbaring di ranjang rumah sakit. Di Uni Emirat Arab, terapi madu untuk luka akibat herpes bibir dan alat kelamin mempercepat penyambuhan dan mengurangi rasa sakit. Sementara itu untuk membuktikan peran madu sebagai antioksidan peneliti di Universitas California membuktikan konsumsi madu mampu meningkatkan antioksidan dalam darah. Uji coba pada tikus untuk mengkaji kemampuan madu meningkatkan penyerapan kalsium memberikan hasil memuaskan. Riset di Universitas Purdue itu menyimpulkan, konsumsi suplemen kalsium bersama madu mampu meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Awet muda

 

Mengapa Ibu Suri Kerajaan Inggris dan Ratu Elizabeth berumur panjang? Bisa diyakini, madu berperan besar dalam menjaga kesehatan sehingga membuat keduannya berumur panjang. Bagi keluarga Kerajaan inggris, sarapan madu adalah kebiasaan setiap hari mereka mengoleskan madu berkualitas tinggi pada roti. Manis alami madu digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17. Kebiasaan tersebut sempat berubah ketika gula yang dianggap lebih berkelas mulai di produksi. Namun setelah gula semakin meluas pemakaiannya tak lagi terbatas pada kalangan atas, keluarga kerajaan kembali mengkonsumsi madu. Itulah sebabnya kesehatan mereka terjaga dengan baik.

 

 

 

 

Keistimewaan Madu dalam Menyembuhkan Penyakit

 

Setelah dilakukan penelitian terhadap kandungan kimia yang terdapat pada madu dan berbagai macam manfaatnya, bisa dijelaskan secara ringkas keistimewaan pengobatanmenggunakan madu dari penyakit- penyakit yang menimpa tubuh manusia. Berikut ini penjelasannya.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Anemia (Kurang Darah)

 

Madu mengandung zat-zal kimia yangsangat bermanfaat untuk menambah jumlah hemoglobin pada sel darah merah. Hal ini telah dibuktikan berdasarkan penelitian ilmiah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa madu adalah obat yang sangat bermanfaat bagi penderita anemia.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Pengakit InfeksiSaluran Pernafasan

 

Cara penyembuhan penyakit infeksisaluran pernapasan dengan madu adalahcukup dengan menghirup larutan madu 10%(dicampur air panas) selama lima menit. Hasil penelitian ilmiah telah menetapkan bahwa persentase keberhasilan pengobatan dengan cara ini adalah 90%. Hal ini karena madu mengandung zat yang mudah menguap dan sangat bermanfaat untuk pengobatan.Demikian juga dengan persentase keberhasilan untuk menyembuhkan penyakitinfluenza.

 

 

 

 

  1. Menyernbuhksn Penyakit Paru-paru (TBC)

 

Kita mungkin telah membaca sejarah ilmu kedokteran bahwa dahulu, Ibnu Sina telah menggunakan madu untuk pengobatanpertolongan pertama dalam mengobatipenyakit paru-paru (TBC). Begitu pun parailmuwan barat, di antaranya adalah dokter-dokter yang mengajar di Universitas Kuyaif di Ukraina. Pada tahun80-an mereka meyakini bahwa madu adalah obat mujarab untukmenyembuhkan penyakit paru-paru (TBC), radang tenggorokan, serta radang jaringan paru-paru. Pengobatan dengan menggunakan madu sungguh telah menampakkan hasil yang sangat menakjubkan, khususnya untuk menyembuhkan penyakit paru-paru (TBC) pada pertolongan pertama. Bagaimana madu itu bisa menyembuhkan penyakit? Di sisi lain, para ilmuwan belum berhasil mengetahui kandungan zat dalam madu yang bisa membunuh mikroba TBC.

 

 

 

 

  1. Madu Bermanfaat untuk Otot Jantung

 

Madu bermanfaat bagi otot jantung dalam hal keterbatasannya saat bekerja. Untukjantung lemah, madu yang kaya akan zat gula, garam mineral, enzim, dan vitamin mampumembuat otot jantung menjadi kuat. Jadi, tidaklah salah jika madu diibaratkan sebuahapotek yang lengkap dengan obat-obatan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Gangguan Urat Syaraf

 

Penyakit susah tidur, pusing, dan ketegangan urat syaraf dapat diatasi denganmengonsumsi madu. Oleh karena itu, banyak orang yang merasakan kesehatannya kembali pulih setelah meminum madu.

 

 

 

 

  1. Menyernbuhkan Penyakit Lambung

 

Madu merupakan zat yang mampu melakukan reaksi alkali. Reaksi ini bisa menetralisasi asam dengan cara membentuk garam. Dengan demikian, madu merupakan obat utama yang mampu menetralkan asam lambung dan penyakit yang ditimbulkannya, seperti infeksi lambung dan usus dua belas jari. Waktu yang paling tepat untuk mengonsumsi madu adalah saat lambung kosong dari makanan. Berdasarkan penelitian ilmiah, madu menyebabkan berkurangnya zat asam dan hilangnya nanah infeksi setelah pengobatan dengan cara diminum dalam beberapa minggu sejak masa pengobatan.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Hati

 

Hati merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Hal ini karena seluruh proses metabolisme dan reaksi metabolis terjadi di dalamnya. Tidak diketahui secara pasti zat penyembuh hati pada madu. Akan tetapi, madu meminimalkan tingkat keracunan bagian dalam tubuh yang dihasilkan hati. Yang pasti, di dalam madu terdapat bahan-bahan obat sebagian penyakit hati, seperti hati yang berminyak. Madu juga membantu perbaikan kondisi fungsi hati saat menghadapi virus radang hati.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Diare Ktritis dan Disentri

 

Pada uraian sebelumnya, kita sudah membahas tentang adanya zat-zat pembunuhmikroba pada madu. Kita juga telah menyebutkan hadits Rasulullah saw. Yang mulia yang menunjukkan hal itu. Jadi, jelas bahwa madu adalah obat terbaik untuk penyakit-penyakit ini dan penyakit lainnya, seperti penyakit usus dan usus besar.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Diabetes

 

Meskipun mengandung banyak zat gula,madu berkhasiat mengobati gejala penyakit gula dan komplikasinya.

 

 

 

 

Sesungguhnya, mengonsumsi zat-zat kimia selain gula berguna untuk membersihkan makanan dan minuman bagi para pasien diabetes, seperti zat sokrol yang rasanya enak. Akan tetapi, zat tersebut memiliki efek samping bagi tubuh. Oleh sebab itu, banyak para ilmuwan berusaha meneliti zat lain selain sokrol dan gula putih (gula tebu).

 

 

 

 

Banyak para ilmuwan menyebutkan bahwa para pasien diabetes jika mengonsumsi madu akan mengalami perubahan di dalam hati menjadi gula hewan/gula otot (glikogen). Setelah itu, biasanya tubuh akan mendapatkan manfaat secara alami. Terdapat perbedaan besar antara gula hewan/gula otot dengan gula anggur (glukosa). Disebutkan bahwa gula buah (sukrosa) membentuk sebagian besar madu (45%).

 

 

 

 

Pada tahun 1953, para ilmuwan Jerman: Karneim dan kawan-kawannya menyatakan bahwa 50% gula buah (sukrosa) di dalam tubuh akan berubah menjadi zat glikogen yang bermanfaat bagi pasien diabetes. Kenyataan ini sampai kepada para ilmuwan Eropa, seperti Hatsnison, Amoes, dan Toebys. Mereka menyebutkan bahwa madu obat adalah bahan pembersih makanan dan minuman terbaik. Pemberian madu kepada pasien diabetes sebanyak 20 gram saat berbuka puasa, 20 gram setelah waktu zhuhur, tanpa perubahan apa pun pada pengobatan harian mereka, tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Madu yang digunakan harus alami, bukan sebaliknya.

 

 

 

 

Madu terbaik bagi penderita diabetes adalah madu musim panas karena lebah pada saat itu mengonsumsi manisan bunga tanpa gula putih. Adapun lebah musim dingin,mengonsumsi gula putih karena minimnya bunga pada musim dingin. Dua tokoh ilmuwan,Strews dan Ruzenfeld, menyatakan bahwa gula yang berbeda akan menghasilkan hasil yang beragam. Mengonsumsi gula buah yang sesuai dengan tubuh pasien, lebih baikdibandingkan gula anggur (glukosa) dan gula putih (gula tebu). Hal itu disebutkan pada buku Traete Biologie de L’adeille di tahun 1968.

 

 

 

 

Pada tahun 1971, di Negara Kakuta, wilayah Wisconsin, Amerika, tersebar kisah insinyur Amerika penderita diabetes. Setiap pengobatannya selalu mengalami kegagalan karena komplikasi penyakit. Para tetangga menasihatinya untuk mengonsumsi madu sebagai zat pembersih makanan dan minumannya. Dia disarankan untuk menghindari gula putih. Dia menyerahkan urusannya kepada para dokter. Akan tetapi, mereka menolaknya dan mengatakan bahwa madu akan menambah buruk keadaannya. Meskipun dicegah, dia tetap mengonsumsi madu sebagai bagian dari makanan dan minumannya. Dia mengatakan bahwa setelah mengonsumsi madu sebagai bahan pembersih makanan dan minumannya disertai penjagaan (controling), kadar gula di dalam darahnya menurun drastis dan keadaannya juga semakin membaik.

 

 

 

 

Ketika hal itu dipublikasikan, dua orang berkebangsaan Amerika (suami istri) yangmenderita diabetes beralih mengonsumsi banyak madu dan buah. Pada akhirnya, sepasang suami-istri tersebut sembuh dari penyakit diabetes. Dengan demikian, jelaslahbahwa mengonsumsi madu dan banyak buah sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.

 

 

 

 

Dengan judul Rihlatun Ilallahi wa Rasulihi (Rihlah menuju Allah Subhanhu Wa Ta’ala. Dan Rasul-Nya) pada majalah Hadharatul Islam (Peradaban Islam), jilid lima, edisi tiga, Dr. Musthafa Siba’i menyebutkan pengalaman pribadinya ketika sembuh dari penyakit diabetes dengan menggunakan madu. Tidak hanya itu, dia menjaga makanan dengan memakan buah segar. Nyatalah sudah kebenaran hadits Rasulullah saw. yang mulia berikut ini.

 

 

 

 

“Hendaklah kalian menggunakan dua penyembuh ini, AI Qur’an dan madu.”

 

 

 

 

Berikut ini firman Allah Subhanhu Wa Ta’ala.

 

 

 

 

‘… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….’ (QS An Nahl, 16: 69)

 

 

 

 

Beliau mengatakan bahwa setelah lima bulan sejak mulai menggunakan aturan ini dalam pengobatan, kadar gula pada saluran kantong kemih menghilang dengan sempurna. Kadar gula darahnya berkurang drastis hingga mendekati batas alami.

 

 

 

 

Tokoh pertama yang menyatakan manfaat madu adalah Defedoerf dari Rusia pada tahun1915 M. Dia menyebutkan bahwa gula madu lebih utama dibandingkan dengan gulalainnya sebagai makanan para penderita diabetes. Gula madu mencegah zat asam padadarah. Para ilmuwan Rusia menemukan zat pada madu yang melakukan aktivitas insulindan bekerja menyembuhkan kadar gula.

 

 

 

 

Seorang ilmuwan Universitas Otawa, Kanada, menetapkan bahwa zat ini merupakan salah satu zat alkohol yang terdapat di dalam madu. Akan tetapi, mereka tidak mengenalnya lebih jauh. Di dalam madu, tersusun zat yang memotivasi aktivitas sel penghasil insulin. Insulin sendiri, secara alami dihasilkan di pankreas.

 

 

 

 

  1. Mernperbaiki Aktivitas Penyakit Ginjal

 

Madu mengandung gula fruktosa, minyakuap, dan zat-zat organik yang banyak.Semuanya bekerja menyembuhkan ginjaldari sebagian gangguan aktivitas yang dihadapinya. Zat-zal ini sama sekali belumditemukan di dalam madu. Akan tetapi,pengamatan medis menetapkan adanya perubahan yang dirasakan saat berkurangnya aktivitas secara total dan keadaan membaik yang luar biasa saat radang mikroba terhadap kantong kemih dan saluran kantong kemih’

 

 

 

 

  1. Mengandung Zat Antikanker

 

Para ilmuwan mengamati bahwa Penyakit kanker jarang terjadi pada peternak lebah. Mereka belum menemukan zat-zatpenyebab hal itu sehingga berkembanglah teori-teori yang menafsirkannya berikut ini.

 

Teori pertama mengatakan bahwa racun lebah merupakan penyebab resistensi (penghambatan) penyakit kanker bagi para peternak lebah. Hal ini didasaripada seringnya peternak disengat lebah.

 

Teori kedua mengatakan bahwa sesungguhnya para peternak lebah mengonsumsimadu yang mengandung kadar royal jelly yang tinggi.

 

 

 

 

Teori lainnya mengatakan bahwa penyebabnya adalah konsumsi madu yang kaya akan serbuk sari. Pendapat ini dikuatkan dengan hasil penemuan zat-zal kimia yang dihasilkan oleh lebah di atas biji-bijian serbuk sari. Madu mencegah berpencarnya sel-sel onkogen (calon kanker) di dalam tubuh si peternak. Akan tetapi, semua teori ini belum dipastikan kebenarannya.

 

 

 

 

  1. Mengandung Obat Gangguan Kehamilan

 

Pada awal masa kehamilan, ibu hamil menghadapi rasa mual, muntah, dan berbagaigangguan pada darah. Para dokter belum menemukan obat penyembuh keadaan ini. Penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa ibu hamil jika mengonsumsi madu, kondisi kesehatannya akan dapat membaik. Hal ini merupakan keberanian para doktermenggunakan madu pada pengobatan. Hal itu dilakukan melalui injeksi pada urat nadidengan konsentrasi 40%”. Banyak para dokter menyarankan penggunaan madu ini sebagai makanan harian ibu hamil.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Kerapuhan

 

Pada madu terdapat zat antibiotik pembunuh mikroba penyebab kerapuhan padamanusia. Di dalam darah, mikroba ini biasa menyebabkan penyakit kekurangan kalsium.Oleh karena itu, madu bertugas membunuh mikroba yang di dalamnya terdapat zat-zatpenurun kadar kalsium. Jelaslah bahwa madu sesungguhnya merupakan zat penguattubuh yang paling utama bagi manusia serta zat perlindungan utama dari kerapuhan.

 

 

 

 

  1. Mengandung Zat yang Memperlambat PenuaanZat yang ada di dalam madu di antaranya memiliki khasiat dalam meminimalkan tingkat racun internal di dalam tubuh. Hal ini berpengaruh pada proses penuaan. Royal jelly sudah terbukti mampu memperlambat penuaan pada ratu lebah. Begitu juga pada manusia walaupun penelitian ke arah itu belum dilakukan.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Mata dan Kulit

 

Dahulu, para dokter menggunakan madu untuk mengobati trachoma (penyakit mata) bernanah. Seiring dengan perjalanan waktu, madu tidak kehilangan fungsinya untuk mengobati penyakit mata. Para dokter mata di Aodesa dan Ukrania merupakan para tokoh motivator yang paling terkenal untuk mengobati penyakit mata dengan madu. Mereka menetapkan bahwa madu memiliki pengaruh medis yang baik untuk setiap penyakit radang kornea. Di sini, madubekerja sebagai tetesan pada mata. Penetesan mata dengan madu menyebabkan cepatnya penyembuhan pada banyak keadaan. Hal ini membuka pintu bagi para dokter untuk meneliti madu sebagai obat penting untuk seluruh penyakit mata.

 

 

 

 

Madu juga berpengaruh baik terhadap radang kulit. Kita telah membicarakan hal itu sebelumnya. Madu merupakan obat yang banyak menyembuhkan penyakit, sebagaimanayang ditemukan oleh para ilmuwan, sesuai dengan firman Allah Subhanhu Wa Ta’ala. Tentang madu berikut ini.

 

 

 

 

*… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….” (QS An Nahl, 16: 69)

Madu (Obat Sunnah Segala Penyakit).” Allah Subhanhu Wa Ta’ala telah memuliakan madu dengan menjadikannya minuman untuk penduduk surga, “Dan sungai-sungai dari madu yang disaring. Dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka….” (QS. Muhammad: 15).

 

 

 

 

 

Madu adalah cairan yang menyerupai sirup, madu lebih kental dan berasa manis, dihasilkan oleh lebah dan serangga lainnya dari nektar bunga. Jika Tawon madu sudah berada dalam sarang nektar dikeluarkan dari kantung madu yang terdapat pada abdomen dan dikunyah dikerjakan bersama tawon lain, jika nektar sudah halus ditempatkan pada sel, jika sel sudah penuh akan ditutup dan terjadi fermentasi.

 

 

 

 

Rasa manis madu disebapkan oleh unsur monosakarida, fruktosa, dan glukosa, dan memiliki rasa manis yang hampir sama dengan gula.

 

 

 

 

Madu memiliki ciri-ciri kimia yang menarik, dioleskan jika dipakai untuk pemanggangan. Madu memiliki rasa yang berbeda dari pada gula dan pemanislainnya. Kebanyakan mikroorganisme tidak bisa berkembang di dalam madu karena rendahnya aktivitas air yang hanya 0.6.

 

 

 

 

Sejarah penggunaan madu oleh manusia sudah cukup panjang. Dari dulu manusia menggunakan madu untuk makanan dan minuman sebagai pemanis atau perasa. Aroma madu bergantung pada sumber nektar yang diambil lebah.

 

 

 

 

Kandungan nutrisi

 

Madu adalah campuran dari gula dan senyawa lainnya. Sehubungan dengan karbohidrat, madu terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%), sehingga mirip dengan sirup gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya. Seperti semua pemanis bergizi yang lain, madu sebagian besar mengandung gula dan hanya mengandung sedikit jumlah vitamin atau mineral. Madu juga mengandung sejumlah kecil dari beberapa senyawa dianggap berfungsi sebagai antioksidan, termasuk chrysin, pinobanksin, vitamin C, katalase, dan pinocembrin. Komposisi spesifik dari sejumlah madu tergantung pada bunga yang tersedia untuk lebah yang menghasilkan madu.

 

 

 

 

Analisa madu secara umum:

 

Fruktosa: 38.2%

 

Glukosa: 31.3%

 

Maltosa: 7.1%

 

Sukrosa: 1.3%

 

Air: 17.2%

 

Gula paling tinggi: 1.5%

 

Abu (analisis kimia):0.2%

 

Lain-lain: 3.2%

 

 

 

 

Kekentalan madu adalah sekitar 1,36 kilogram per liter. Atau sama dengan 36% lebih kental daripada air).

 

 

 

 

Madu Dalam Al-Quran dan Sunnah Rasul (Hadits)

 

QS An Nahl; 68-69

 

Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah, ‘Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu). ‘Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.”

 

 

 

 

Allah Subhanhu Wa Ta’ala telah memuliakan madu dengan menjadikannya minuman untuk penduduk surga, “Dan sungai-sungai dari madu yang disaring. Dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka….” (QS. Muhammad: 15).

 

 

 

 

Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA, bahwa seseorang datang kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan mengadu, “Wahai Rasulullah, saudaraku terkena diare. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda, “Minumkanlah madu kepadanya”. Orang itupun kemudian meminumkan madu kepada saudaranya. Akan tetapi, ia kemudian datang lagi kepada Nabi dan mengadu untuk kedua kalinya, “wahai Rasulullah, aku sudah meminumkan madu kepadanya, tetapi diarenya justru semakin parah”. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun bersabda lagi, “Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”. Orang tersebut pun lantas meminumkan madu lagi kepada saudaranya itu. Ia pun kembali datang mengadu, “wahai Rasulullah, minum madu justru semakin memperparah diarenya”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian bersabda, “Maha benar Allah dan telah berdusta perut saudaramu. Pergilah dan minumkanlah madu kepadanya”. Orang tersebut lantas pergi, dan meminumkan madu kepada saudaranya. dan tak lama kemudian, saudaranya itu pun sembuh.

 

 

 

 

Dalam kitab Ath-thibb minal Kitab was Sunnah, Muwafiquddin Al Baghdadi mengatakan, “Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam biasa minum madu setiap hari, yaitu madu yang dicampur air. Beliau meminumnya di pagi hari ketika perut masih kosong”.

 

 

 

 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,” Hendaklah kalian menggunakan dua obat yaitu madu dan Al Qur’an. (lihat Sunan Ibnu Majah, j.II, h.1142, hadist no.3452, bab Madu)

 

 

 

 

Rasulullah bersabda: “Jika ada kebaikan pada penyembuhan kalian, maka itu ada pada hijamah atau minum madu atau sengatan api. Tetapi aku tidak menyukai dengan cara kay (sundut dengan besi panas).” (Hadits shahih yang dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Lihat Silsilah al-Ahadits Ash-Shahihah, hadits no. 245).

 

 

 

 

Manfaat Dan Khasiat Madu

 

Aktifitas mengumpulkan madu konon sudah berlangsung sejak 10.000 tahun yang lalu. Bukti yang mengandung pendapat ini adalah temuan gambar pada dinding di sebuah gua di Valensia, Spanyol. Gambar tersebut memperlihatkan dua laki-laki menggunakan tangga yang terbuat dari sejenis rumput liar sedang meraih sarang lebah berisi madu. Pada awalnya, manusia lebih memanfaatkan madu sebagai makanan. Kemudian, pemakaian madu tidak lagi terbatas hanya dikonsumsi sebagai pemanis.

 

 

 

 

Berikut Khasiat Madu

 

  1. Madu untuk Sumber energi

 

Pada masa lalu, para atlet Romawi dan Yunani kuno meminum madu sebelum dan sesudah bertanding sebagai obat untuk stamina dan pemulih energi. Selama berabad-abad madu memang dikenal sebagai bahan bakar para olahragawan ini karena madu mengandung gula yang cepat diserap oleh sistem pencernaan jadi madu adalah sumber energi instan. Hingga kini, dalam dunia olahraga madu diberikan sebelum pertandingan dan sebagai pengganti karbohidrat yang digunakan pada saat latihan.

 

 

 

 

  1. Madu Seefektif glukosa

 

Hasil riset yang dikeluarkan sebuah jurnal kesehatan menyebutkan kadar glycemic index (GI ukuran untuk mengukur dampak negatif makanan dalam gula darah) yang rendah pada madu memperlambat penyerapan gula dalam darah sehingga lebih menyehatkan sistem pencernaan dan menjamin ketersediaan karbohidrat selama berolahraga. Sementara itu, Laboratorium Nutrisi di Universitas Mempish menyatakan bahwa madu seefektif glukosa pengganti karbohidrat selama pemanasan.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Penyembuh luka

 

Dalam dunia pengobatan masyarakat Yunani dan Romawi memelopori penggunaan madu untuk mengobati hidung tersumbat sementara itu bangsa mesir kuno menjadi pelopor pemanfaatan madu untuk mengobati luka. Mereka membuat salep dari madu untuk mengobati luka bakar dan luka akibat tusukan benda tajam.

 

 

 

 

  1. Madu Sebagai antibiotik

 

Setelah ribuan tahun digunakan, khasiat madu sebagai obat luka terungkap secara ilmiah. Madu bekerja sebagai antibiotik alami yang sangggup mengalahkan bakteri mematikan. Madu sangat asam sehingga tidak cocok untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri. Madu menghasilkan hidrogen peroksida yang merupakan anti septik luar biasa. Proses osmosis di dalam madu membasmi bakteri kekentalan madu yang sedikit mengandung air menghasilkan proses osmosis menyerap air dari bakteri pada luka dan luka bakar, tak ubahnya spons menyerap air. Madu mengeringkan bakteri sehingga bakteri sulit tumbuh.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Membunuh kuman

 

Kandungan gizi yang luar biasa antara lain asam amino bebas dalam madu mampu membantu penyembuhan penyakit. Madu mengandung zat antibiotik yang berguna untuk mengalahkan kuman patogen penyebab panyakit infeksi. Mengikuti bangsa mesir kuno setelah menempuh kajian untuk menemukan fakta ilmiah, salep madu untuk luka kini di produksi di Australia.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Terapi

 

Bangsaa Mesir dikenal paling piawai meramu obat dari bahan-bahan alami. Madu termasuk dalam 500 resep obat dari 900 resep yang diketahui. Pengobatan modern yang mengacu pada terapi kuno penggunaan madu dari Mesir puas dengan hasilnya.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Mengobati borok

 

RS Universitas Wisconsin Medical School and Public Health misalnya, Menerapkan terapi madu bagi borok yang diderita penderita diabetes. Uji coba terhadap seorang pasien berusia 79 tahun berhasil menyembuhkan borok pada jari kakinya. Sang pasien bahkan tidak jadi diamputasi berkat terapi madu tersebut.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Antioksidan

 

Di Selandia Baru, terapi madu berhasil menyembuhkan lecet pada punggung pasien yang terlalu lama terbaring di ranjang rumah sakit. Di Uni Emirat Arab, terapi madu untuk luka akibat herpes bibir dan alat kelamin mempercepat penyambuhan dan mengurangi rasa sakit. Sementara itu untuk membuktikan peran madu sebagai antioksidan peneliti di Universitas California membuktikan konsumsi madu mampu meningkatkan antioksidan dalam darah. Uji coba pada tikus untuk mengkaji kemampuan madu meningkatkan penyerapan kalsium memberikan hasil memuaskan. Riset di Universitas Purdue itu menyimpulkan, konsumsi suplemen kalsium bersama madu mampu meningkatkan penyerapan kalsium oleh tubuh.

 

 

 

 

  1. Madu untuk Awet muda

 

Mengapa Ibu Suri Kerajaan Inggris dan Ratu Elizabeth berumur panjang? Bisa diyakini, madu berperan besar dalam menjaga kesehatan sehingga membuat keduannya berumur panjang. Bagi keluarga Kerajaan inggris, sarapan madu adalah kebiasaan setiap hari mereka mengoleskan madu berkualitas tinggi pada roti. Manis alami madu digunakan di Inggris hingga pertengahan abad ke-17. Kebiasaan tersebut sempat berubah ketika gula yang dianggap lebih berkelas mulai di produksi. Namun setelah gula semakin meluas pemakaiannya tak lagi terbatas pada kalangan atas, keluarga kerajaan kembali mengkonsumsi madu. Itulah sebabnya kesehatan mereka terjaga dengan baik.

 

 

 

 

Keistimewaan Madu dalam Menyembuhkan Penyakit

 

Setelah dilakukan penelitian terhadap kandungan kimia yang terdapat pada madu dan berbagai macam manfaatnya, bisa dijelaskan secara ringkas keistimewaan pengobatanmenggunakan madu dari penyakit- penyakit yang menimpa tubuh manusia. Berikut ini penjelasannya.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Anemia (Kurang Darah)

 

Madu mengandung zat-zal kimia yangsangat bermanfaat untuk menambah jumlah hemoglobin pada sel darah merah. Hal ini telah dibuktikan berdasarkan penelitian ilmiah. Jadi, dapat disimpulkan bahwa madu adalah obat yang sangat bermanfaat bagi penderita anemia.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Pengakit InfeksiSaluran Pernafasan

 

Cara penyembuhan penyakit infeksisaluran pernapasan dengan madu adalahcukup dengan menghirup larutan madu 10%(dicampur air panas) selama lima menit. Hasil penelitian ilmiah telah menetapkan bahwa persentase keberhasilan pengobatan dengan cara ini adalah 90%. Hal ini karena madu mengandung zat yang mudah menguap dan sangat bermanfaat untuk pengobatan.Demikian juga dengan persentase keberhasilan untuk menyembuhkan penyakitinfluenza.

 

 

 

 

  1. Menyernbuhksn Penyakit Paru-paru (TBC)

 

Kita mungkin telah membaca sejarah ilmu kedokteran bahwa dahulu, Ibnu Sina telah menggunakan madu untuk pengobatanpertolongan pertama dalam mengobatipenyakit paru-paru (TBC). Begitu pun parailmuwan barat, di antaranya adalah dokter-dokter yang mengajar di Universitas Kuyaif di Ukraina. Pada tahun80-an mereka meyakini bahwa madu adalah obat mujarab untukmenyembuhkan penyakit paru-paru (TBC), radang tenggorokan, serta radang jaringan paru-paru. Pengobatan dengan menggunakan madu sungguh telah menampakkan hasil yang sangat menakjubkan, khususnya untuk menyembuhkan penyakit paru-paru (TBC) pada pertolongan pertama. Bagaimana madu itu bisa menyembuhkan penyakit? Di sisi lain, para ilmuwan belum berhasil mengetahui kandungan zat dalam madu yang bisa membunuh mikroba TBC.

 

 

 

 

  1. Madu Bermanfaat untuk Otot Jantung

 

Madu bermanfaat bagi otot jantung dalam hal keterbatasannya saat bekerja. Untukjantung lemah, madu yang kaya akan zat gula, garam mineral, enzim, dan vitamin mampumembuat otot jantung menjadi kuat. Jadi, tidaklah salah jika madu diibaratkan sebuahapotek yang lengkap dengan obat-obatan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Gangguan Urat Syaraf

 

Penyakit susah tidur, pusing, dan ketegangan urat syaraf dapat diatasi denganmengonsumsi madu. Oleh karena itu, banyak orang yang merasakan kesehatannya kembali pulih setelah meminum madu.

 

 

 

 

  1. Menyernbuhkan Penyakit Lambung

 

Madu merupakan zat yang mampu melakukan reaksi alkali. Reaksi ini bisa menetralisasi asam dengan cara membentuk garam. Dengan demikian, madu merupakan obat utama yang mampu menetralkan asam lambung dan penyakit yang ditimbulkannya, seperti infeksi lambung dan usus dua belas jari. Waktu yang paling tepat untuk mengonsumsi madu adalah saat lambung kosong dari makanan. Berdasarkan penelitian ilmiah, madu menyebabkan berkurangnya zat asam dan hilangnya nanah infeksi setelah pengobatan dengan cara diminum dalam beberapa minggu sejak masa pengobatan.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Hati

 

Hati merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Hal ini karena seluruh proses metabolisme dan reaksi metabolis terjadi di dalamnya. Tidak diketahui secara pasti zat penyembuh hati pada madu. Akan tetapi, madu meminimalkan tingkat keracunan bagian dalam tubuh yang dihasilkan hati. Yang pasti, di dalam madu terdapat bahan-bahan obat sebagian penyakit hati, seperti hati yang berminyak. Madu juga membantu perbaikan kondisi fungsi hati saat menghadapi virus radang hati.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Diare Ktritis dan Disentri

 

Pada uraian sebelumnya, kita sudah membahas tentang adanya zat-zat pembunuhmikroba pada madu. Kita juga telah menyebutkan hadits Rasulullah saw. Yang mulia yang menunjukkan hal itu. Jadi, jelas bahwa madu adalah obat terbaik untuk penyakit-penyakit ini dan penyakit lainnya, seperti penyakit usus dan usus besar.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Diabetes

 

Meskipun mengandung banyak zat gula,madu berkhasiat mengobati gejala penyakit gula dan komplikasinya.

 

 

 

 

Sesungguhnya, mengonsumsi zat-zat kimia selain gula berguna untuk membersihkan makanan dan minuman bagi para pasien diabetes, seperti zat sokrol yang rasanya enak. Akan tetapi, zat tersebut memiliki efek samping bagi tubuh. Oleh sebab itu, banyak para ilmuwan berusaha meneliti zat lain selain sokrol dan gula putih (gula tebu).

 

 

 

 

Banyak para ilmuwan menyebutkan bahwa para pasien diabetes jika mengonsumsi madu akan mengalami perubahan di dalam hati menjadi gula hewan/gula otot (glikogen). Setelah itu, biasanya tubuh akan mendapatkan manfaat secara alami. Terdapat perbedaan besar antara gula hewan/gula otot dengan gula anggur (glukosa). Disebutkan bahwa gula buah (sukrosa) membentuk sebagian besar madu (45%).

 

 

 

 

Pada tahun 1953, para ilmuwan Jerman: Karneim dan kawan-kawannya menyatakanbahwa 50% gula buah (sukrosa) di dalam tubuh akan berubah menjadi zat glikogen yang bermanfaat bagi pasien diabetes. Kenyataan ini sampai kepada para ilmuwan Eropa, seperti Hatsnison, Amoes, dan Toebys. Mereka menyebutkan bahwa madu obat adalah bahan pembersih makanan dan minuman terbaik. Pemberian madu kepada pasien diabetes sebanyak 20 gram saat berbuka puasa, 20 gram setelah waktu zhuhur, tanpa perubahan apa pun pada pengobatan harian mereka, tidak akan meningkatkan kadar gula darah. Madu yang digunakan harus alami, bukan sebaliknya.

 

 

 

 

Madu terbaik bagi penderita diabetes adalah madu musim panas karena lebah pada saat itu mengonsumsi manisan bunga tanpa gula putih. Adapun lebah musim dingin,mengonsumsi gula putih karena minimnya bunga pada musim dingin. Dua tokoh ilmuwan,Strews dan Ruzenfeld, menyatakan bahwa gula yang berbeda akan menghasilkan hasil yang beragam. Mengonsumsi gula buah yang sesuai dengan tubuh pasien, lebih baikdibandingkan gula anggur (glukosa) dan gula putih (gula tebu). Hal itu disebutkan pada buku Traete Biologie de L’adeille di tahun 1968.

 

 

 

 

Pada tahun 1971, di Negara Kakuta, wilayah Wisconsin, Amerika, tersebar kisah insinyur Amerika penderita diabetes. Setiap pengobatannya selalu mengalami kegagalan karena komplikasi penyakit. Para tetangga menasihatinya untuk mengonsumsi madu sebagai zat pembersih makanan dan minumannya. Dia disarankan untuk menghindari gula putih. Dia menyerahkan urusannya kepada para dokter. Akan tetapi, mereka menolaknya dan mengatakan bahwa madu akan menambah buruk keadaannya. Meskipun dicegah, dia tetap mengonsumsi madu sebagai bagian dari makanan dan minumannya. Dia mengatakan bahwa setelah mengonsumsi madu sebagai bahan pembersih makanan dan minumannya disertai penjagaan (controling), kadar gula di dalam darahnya menurun drastis dan keadaannya juga semakin membaik.

 

 

 

 

Ketika hal itu dipublikasikan, dua orang berkebangsaan Amerika (suami istri) yangmenderita diabetes beralih mengonsumsi banyak madu dan buah. Pada akhirnya, sepasang suami-istri tersebut sembuh dari penyakit diabetes. Dengan demikian, jelaslahbahwa mengonsumsi madu dan banyak buah sangat bermanfaat bagi penderita diabetes.

 

 

 

 

Dengan judul Rihlatun Ilallahi wa Rasulihi (Rihlah menuju Allah Subhanhu Wa Ta’ala. Dan Rasul-Nya) pada majalah Hadharatul Islam (Peradaban Islam), jilid lima, edisi tiga, Dr. Musthafa Siba’i menyebutkan pengalaman pribadinya ketika sembuh dari penyakit diabetes dengan menggunakan madu. Tidak hanya itu, dia menjaga makanan dengan memakan buah segar. Nyatalah sudah kebenaran hadits Rasulullah saw. yang mulia berikut ini.

 

 

 

 

“Hendaklah kalian menggunakan dua penyembuh ini, AI Qur’an dan madu.”

 

 

 

 

Berikut ini firman Allah Subhanhu Wa Ta’ala.

 

 

 

 

‘… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….’ (QS An Nahl, 16: 69)

 

 

 

 

Beliau mengatakan bahwa setelah lima bulan sejak mulai menggunakan aturan ini dalam pengobatan, kadar gula pada saluran kantong kemih menghilang dengan sempurna. Kadar gula darahnya berkurang drastis hingga mendekati batas alami.

 

 

 

 

Tokoh pertama yang menyatakan manfaat madu adalah Defedoerf dari Rusia pada tahun1915 M. Dia menyebutkan bahwa gula madu lebih utama dibandingkan dengan gulalainnya sebagai makanan para penderita diabetes. Gula madu mencegah zat asam padadarah. Para ilmuwan Rusia menemukan zat pada madu yang melakukan aktivitas insulindan bekerja menyembuhkan kadar gula.

 

 

 

 

Seorang ilmuwan Universitas Otawa, Kanada, menetapkan bahwa zat ini merupakan salah satu zat alkohol yang terdapat di dalam madu. Akan tetapi, mereka tidak mengenalnya lebih jauh. Di dalam madu, tersusun zat yang memotivasi aktivitas sel penghasil insulin. Insulin sendiri, secara alami dihasilkan di pankreas.

 

 

 

 

  1. Mernperbaiki Aktivitas Penyakit Ginjal

 

Madu mengandung gula fruktosa, minyakuap, dan zat-zat organik yang banyak.Semuanya bekerja menyembuhkan ginjaldari sebagian gangguan aktivitas yang dihadapinya. Zat-zal ini sama sekali belumditemukan di dalam madu. Akan tetapi,pengamatan medis menetapkan adanya perubahan yang dirasakan saat berkurangnya aktivitas secara total dan keadaan membaik yang luar biasa saat radang mikroba terhadap kantong kemih dan saluran kantong kemih’

 

 

 

 

  1. Mengandung Zat Antikanker

 

Para ilmuwan mengamati bahwa Penyakit kanker jarang terjadi pada peternak lebah. Mereka belum menemukan zat-zatpenyebab hal itu sehingga berkembanglah teori-teori yang menafsirkannya berikut ini.

 

Teori pertama mengatakan bahwa racun lebah merupakan penyebab resistensi (penghambatan) penyakit kanker bagi para peternak lebah. Hal ini didasaripada seringnya peternak disengat lebah.

 

Teori kedua mengatakan bahwa sesungguhnya para peternak lebah mengonsumsimadu yang mengandung kadar royal jelly yang tinggi.

 

 

 

 

Teori lainnya mengatakan bahwa penyebabnya adalah konsumsi madu yang kaya akan serbuk sari. Pendapat ini dikuatkan dengan hasil penemuan zat-zal kimia yang dihasilkan oleh lebah di atas biji-bijian serbuk sari. Madu mencegah berpencarnya sel-sel onkogen (calon kanker) di dalam tubuh si peternak. Akan tetapi, semua teori ini belum dipastikan kebenarannya.

 

 

 

 

  1. Mengandung Obat Gangguan Kehamilan

 

Pada awal masa kehamilan, ibu hamil menghadapi rasa mual, muntah, dan berbagaigangguan pada darah. Para dokter belum menemukan obat penyembuh keadaan ini. Penelitian baru-baru ini menyebutkan bahwa ibu hamil jika mengonsumsi madu, kondisi kesehatannya akan dapat membaik. Hal ini merupakan keberanian para doktermenggunakan madu pada pengobatan. Hal itu dilakukan melalui injeksi pada urat nadidengan konsentrasi 40%”. Banyak para dokter menyarankan penggunaan madu ini sebagai makanan harian ibu hamil.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Kerapuhan

 

Pada madu terdapat zat antibiotik pembunuh mikroba penyebab kerapuhan padamanusia. Di dalam darah, mikroba ini biasa menyebabkan penyakit kekurangan kalsium.Oleh karena itu, madu bertugas membunuh mikroba yang di dalamnya terdapat zat-zatpenurun kadar kalsium. Jelaslah bahwa madu sesungguhnya merupakan zat penguattubuh yang paling utama bagi manusia serta zat perlindungan utama dari kerapuhan.

 

 

 

 

  1. Mengandung Zat yang Memperlambat PenuaanZat yang ada di dalam madu di antaranya memiliki khasiat dalam meminimalkan tingkat racun internal di dalam tubuh. Hal ini berpengaruh pada proses penuaan. Royal jelly sudah terbukti mampu memperlambat penuaan pada ratu lebah. Begitu juga pada manusia walaupun penelitian ke arah itu belum dilakukan.

 

 

 

 

  1. Menyembuhkan Penyakit Mata dan Kulit

 

Dahulu, para dokter menggunakan madu untuk mengobati trachoma (penyakit mata) bernanah. Seiring dengan perjalanan waktu, madu tidak kehilangan fungsinya untuk mengobati penyakit mata. Para dokter mata di Aodesa dan Ukrania merupakan para tokoh motivator yang paling terkenal untuk mengobati penyakit mata dengan madu. Mereka menetapkan bahwa madu memiliki pengaruh medis yang baik untuk setiap penyakit radang kornea. Di sini, madubekerja sebagai tetesan pada mata. Penetesan mata dengan madu menyebabkan cepatnya penyembuhan pada banyak keadaan. Hal ini membuka pintu bagi para dokter untuk meneliti madu sebagai obat penting untuk seluruh penyakit mata.

 

 

 

 

Madu juga berpengaruh baik terhadap radang kulit. Kita telah membicarakan hal itu sebelumnya. Madu merupakan obat yang banyak menyembuhkan penyakit, sebagaimanayang ditemukan oleh para ilmuwan, sesuai dengan firman Allah Subhanhu Wa Ta’ala. Tentang madu berikut ini.

 

 

 

 

*… di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….” (QS An Nahl, 16: 69)