Nyeri Dan Kesemutan Adalah Gejala Awal Stroke

Nyeri Dan Kesemutan Adalah Gejala Awal Stroke

Nyeri Dan Kesemutan Adalah Awal Gejala Penyakit Stroke Ringan

Kesemutan Adalah Awal Gejala Penyakit Stroke Ringan. Kesemutan (atau dalam istilah medis dinamakan paresthesia) merupakan hal yang pasti kita semua pernah alami. Umumnya kesemutan dirasakan di daerah tangan atau kaki terutama bila kita berada dalam posisi tidak nyaman (yang menekan saraf ) dalam waktu relatif lama.
Paresthesia menurut definisi medis adalah sensasi seperti digelitik (tingling), ditusuk-tusuk (pricking) dan kadang disertai rasa kebas (numbness). Paresthesia terjadi bila transport axon (bagian dalam serabut saraf) terganggu sehingga nutrisi dari saraf pun ikut terganggu.

KESEMUTAN ADALAH AWAL GEJALA PENYAKIT STROKE RINGAN

Kapan kesemutan menjadi hal yang serius ? Umumnya kesemutan hanya bersifat sementara jadi bila kesemutan tersebut gejalanya menetap bahkan sampai menganggu aktifitas sehari-hari apalagi kalau disertai gejala saraf lain seperti baal, lemas pada anggota tubuh, gangguan buang air besar, bicara pelo, pandangan dobel dll maka kesemutan bisa jadi merupakan masalah saraf yang serius. Kesemutan dapat merupakan manifestasi penyakit saraf mulai dari otak, tulang belakang, akar saraf maupun saraf tepi (saraf lengan dan tungkai). Berikut ini akan dibahas beberapa penyakit saraf yang dapat menyebabkan kesemutan.

Kesemutan pada penyakit stroke (terutama yang disebabkan penyempitan pembuluh darah otak) umumnya terjadi pada daerah wajah atau sekitar bibir yang juga disertai kesemutan atau gangguan sensorik lain (baal,nyeri dsb) di lengan dan tungkai pada sisi yang sama atau sisi yang berlawanan dengan wajah. Selain itu gejala kesemutan sering pula disertai gangguan saraf lainnya seperti kelemahan sebelah tubuh, bicara pelo,pusing berputar,pandangan dobel, dsb. Yang khas pada stroke adalah gejalanya selalu timbul cepat/mendadak. Penyakit ini bersifat fatal dan dapat menimbulkan cacat berat dan kematian. Selain kesemutan, ada juga gejala lain dari penyakit stroke ini yaitu bicara pelo atau tidak jelas, bentuk wajah yang tidak simetris, kaki berangsur mengalami kelumpuhan.

 

KESEMUTAN ADALAH AWAL GEJALA PENYAKIT STROKE RINGAN

Bila Anda atau mungkin salah satu anggota keluarga ada yang mengalami gejala awal dan indikasi stroke seperti hal diatas maka jangan tunda lagi harus segera melakukan pengecekan dan penanganan medis sedini. Jangan sampai menunggu hingga kondisi sudah sangat terlambat untuk ditangani. Misalkan sampai terjadi kondisi stroke karena pecah pembuluh darah. Pengobatan stroke akibat penyumbatan pembuluh darah tentunya relatif lebih mudah jika dibandingkan dengan mengobati stroke jenis pecah pembuluh darah.

Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan kala duduk bersila terlalu lama atau tertidur dengan tangan tertindih kepala. Kondisi ini juga terjadi saat tekanan itu berlanjut tepat pada saraf. Namun, kesemutan akan hilang bila tekanan sudah tidak ada lagi.

Kesemutan juga bisa menjadi indikasi dari banyak penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah. Ada kalanya pada mereka yang belum diketahui mengidap diabetes, kesemutan dapat menjadi gejala awal diketahuinya diabetes.

Paresthesia atau kesemutan kronis sering merupakan simtom dari penyakit neurologis atau trauma kerusakan saraf. Penyebabnya adalah gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat seperti stroke dan stroke mini, multiple sklerosis, mielitis transversa, dan ensefalitis.

Tumor maupun lesi vaskular yang menekan otak atau sumsum tulang juga bisa menimbulkan paresthesia. Sindrom saraf seperti sindrom saluran carpal (CTS) bisa merusak saraf perifer dan menyebabkan paresthesia diiringi rasa nyeri.

Berikut ini sejumlah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan.

1. Diabetes Melitus (DM)

Pada pasien DM, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1 dan B12.

2. Stroke

Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.

Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.

3. Penyakit jantung

Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik.

Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.

4. Infeksi tulang belakang

Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.

5. Rematik

Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematik sembuh.

6. Spasmofilia (tetani)

Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang. Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.

7. Guillain-barre syndrome

Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.

Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.

8. Cytomegalovirus (CMV)

Ada kesemutan yang didahului flu berat. Kesemutan akan menghebat mulai dari ujung jari, menjalar hingga ke pusar. Penderita bisa hanya merasa kebas atau sampai sulit berjalan, berarti sumsum tulang belakang kena radang. Ini akibat serangan virus, biasanya cytomegalovirus.

 

Penyembuhan Penderita Penyakit Migrain dengan Rumah Sehat Syar’i

Secara teori, dalam penyembuhan dengan bekam akupunktur, seseorang menderita migrain, nyeri dan kesemutan karena adanya timbunan oksidan di sensor saraf pusat dan saraf sesuai sebelah mana yang dirasa nyeri dan kesemutannya tsb lalu mengakibatkan sirkulasi darah di daerah tsb dan suplai oksigen ke kepala terganggu dan berkurang sehingga berakibat kepala sebelah nyeri, kesemutan. Dengan di dorong dan dikeluarkan oksidan yang menekan sensor saraf pusat dan membuat sempit pembuluh darah, spontan keluhan pusing, nyeri dan kesemutan akan hilang.

Terapis pengobatan tradisional yang mengusai berbagai macam tehnik pengobatan seperti Ruqyah Syariyyah, Bekam, Akupunktur, Pijat khusus nyeri, Keseleo patah tulang dan Herbal yang sudah berpengalaman.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,