Sholat Adalah Obat

Sholat Adalah Obat

================

Perjalanan panjang mencari kesembuhan, adalah jalan meraih pahala berlipat ganda jika disikapi dengan baik.

 

Namun, terkadang perjalanan panjang itu menyisakan kelelahan dalam jiwa, kesedihan baru hingga terjerembab dalam keputusasaan.

 

Akal berpikir keras, harta dikeluarkan, waktu dipertaruhkan, demi menjemput kesembuhan.

 

Jika ikhtiar telah menyentuh titik puncak

 

Jika akal telah terhenti diujung jalan

 

Jika bahu telah tidak sanggup menanggung beban

 

Mungkin ini adalah saat terbaik untuk duduk dan bersandar

 

Mungkin memang Alloh sedang ‘mengajari’ kita, makna berserah diri.

 

Mungkin Alloh memang sedang ‘menyirami’ jiwa kita dan tawakkal

 

Dan Mungkin Alloh sedang ‘membersihkan’ diri kita dari bergantung pada selainNYA.

 

Apa yang bisa kita lakukan dalam ‘ketidakberdayaan’ ini.

 

Alloh mengingatkan kita dengan kalimat yang sangat halus, minta tolong-lah pada Alloh

 

Allah SWT berfirman:

 

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ  وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَ

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,”.(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 45)

 

Minta Tolonglah

 

Ini kalimat ‘sindiran’ yang sangat halus, pada jiwa yang terlalu lama dalam kelalaian.

 

Ini ‘sapaan’ yang sangat ‘menyengat’ jiwa yang terlalu lama bersandar pada makhluk dan diri sendiri.

 

Sekaligus, kalimat ini adalah kabar gembira bagi jiwa yang telah lelah dalam perjalanannya.

 

Sholat, didalamnya ada keajaiban hidup yang sedang kita buru.

 

Sholat, didalamnya ada kekuatan yang membuat hidup kita jauh lebih tangguh.

 

Mari kita simak kalimat Ibnul Qayyim……

 

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan faidah shalat: “Shalat termasuk faktor dominan dalam mendatangkan maslahat dunia dan akhirat, dan menyingkirkan keburukan dunia dan akhirat. Ia menghalangi dari dosa, menolak penyakit hati, mengusir keluhan fisik, menerangi kalbu, mencerahkan wajah, menyegarkan anggota tubuh dan jiwa, memelihara kenikmatan, menepis siksa, menurunkan rahmat dan menyibak tabir permasalahan’. ( Zaadul Ma’ad 4 /120 )

 

Dari sahabat Hudzaifah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

 

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا حَزَبَهُ أَمْرٌ صَلَّى

 

Bila kedatangan masalah, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengerjakan shalat. (Hadits hasan riwayat Ahmad dalam Musnad (5/388) dan Abu Dawud (2/35). Lihat Shahih Sunan Abi Dawud (1/245))

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، قَالَ : هَجَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَجَّرْتُ فَصَلَّيْتُ ثُمَّ جَلَسْتُ فَالْتَفَتَ إِلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ : اِشْكَمَتْ دَرِدَ ؟ قُلْتُ : نَعَمْ ، يَارَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم ، قَالَ : قُمْ فَصَلِّ فَإِنَّ فِي الصَّلاَةِ شِفَاءً (رواه إبن ماجه)

 

“Dari Abu Hurairah ra., dia berkata: ‘Nabi saw. berjalan-jalan, lalu saya menemani (beliau). Kemudian saya shalat. Lalu saya duduk. Kemudian Nabi saw. menoleh kepadaku. Nabi saw. bertanya: ‘Apakah kamu sakit perut?’. Saya menjawab: ‘Ya wahai Rasulullah’. Nabi saw. bersabda: ‘Bangun dan shalatlah, karena sesungguhya di dalam shalat itu terdapat OBAT’.”

 

Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dalam Kitab Sunan, Bab al-Shalatu Syifa`un, Juz X, halaman 265, hadits nomor 3449. Dan dalam Kitab Musnad Imam Ahmad, Bab Musnad Abi Hurairah ra., Juz XVIII, halaman 247, hadis nomor 8705.

 

Jika bahu tak mampu lagi menanggung beratnya ujian, maka mungkin itu adalah saat terbaik untuk menyungkurkan wajah diatas sajadah.

 

Sholatlah dan minta tolonglah padaNYA.

 

Baarakallohu fiikum

 

Nadhif-RLC