Kenali Ciri ciri Peruqyah Syar’iyah

Kenali Ciri ciri Peruqyah Syar’iyah
Ruqyah Anak

KENALI CIRI-CIRI PERUQYAH SYAR’IYYAH

Beberapa kali saya mendapat respon dari pengunjung blog yang menanyakan lokasi alamat ruqyah syar’iyyah atau meminta rekomendasi terapis atau klinik yang bisa ‘dipercaya”, alias praktek ruqyahnya sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Ini salah satu problem yang harus diselesaikan bersama, yakni kemudahan ummat untuk menemukan peruqyah syar’iyyah.  Terapis ruqyah syar’iyyah memang tidak sebanyak ruqyah syirkiyyah, terlebih lagi saat ini banyak para praktisi pengobatan alternative yang juga menggunakan istilah ruqyah dalam praktek pengobatannya. Alhasil, ruqyah syar’iyyah menjadi kabur dan semakin sulit dikenali.

Problem utama ada 3 hal, yakni :

  1. Hampir semua Pasien, penderita sakit non medis tidak cukup ‘percaya diri’ untuk melakukan terapi mandiri.
  2. Penderita sakit nonmedis masih belum bisa mengenali dengan jelas bentuk praktek ruqyah syar’iyyah seperti apa.
  3. Sulit menemukan tempat atau orang yang melakukan ruqyah syar’iyyah.

Bagi kita yang sedang mengalami penyakit non medis, saya sangat menyarankan agar melakukan ruqyah mandiri, jika tidak dapat menemukan peruqyah syar’iyyah. Caranya sangat simple, yang dibutuhkan hanya keberanian untuk memulai. Hal ini jauh lebih aman dibandingkan jika kita berobat ke terapis ruqyah yang tidak syar’i. baik aman dari sisi aqidah maupun aman dari sisi gangguan jin-nya.

Akan tetapi jika Anda benar-benar ingin bertemu dan diterapi oleh peruqyah syar’iyyah maka perhatikan beberapa hal yang akan saya sebutkan berikut ini. Hal-hal berikut adalah hal-hal yang lazim ditemui dalam praktek ruqyah syar’iyyah. Saya tidak perlu menyebutkan bentuk-bentuk ruqyah syirkiyyah (ruqyah yg tidak sesuai dengan syar’i), karena pembahasan tersebut sudah sangat banyak kita temukan di internet. Yang ingin kita bahas dalam artikel ini adalah panduan praktis mengenali peruqyah syar’iyyah.

  1. Peruqyah syar’iyyah tidak tahu hal gaib. Dia tidak bisa melihat, merasakan, mengenali gangguan jin keberadaan jin secara ‘fisik’. Peruqyah syar’iyyah mendiagnosa dan menyimpulkan ada gangguan jin atau tidak HANYA BERDASARKAN GEJALA. Yang dilakukan oleh peruqyah sebenarnya hanya menghafalkan gejala-gejala dan reaksinya saat ruqyah. Dia tidak bisa menyimpulkan apapun tanpa data ini, yakni gejala, dan reaksi. Dari 2 hal ini peruqyah menyimpulkan apa yang terjadi pada diri pasein. Sehingga, dalam praktek ruqyah syar’iyyah, peruqyah selalu butuh dialog, sharing, dan menggali segala hal yang dialami pasien. Sebagian pasien yang iseng, mungkin akan bertanya:jika peruqyah tidak tahu,tidak melihat jin bagaimana dia bisa memberikan terapi? Simple saja jawabnya, karena peruqyah hafal gejala dan reaksi saat ruqyah. Dengan demikian, sebenarnya pola diagnosa gangguan penyakit non medis yang dilakukan peruqyah sama dengan yang dilakukan oleh dokter dalam pengobatan medis, yakni mengenali dari gejala dan data yang dirasakan pasien. Hanya itu.

Jadi, jika Anda dating ke peruqyah, amati dengan cermat apakah peruqyah ‘membutuhkan’ data dari kita ataukah tidak. Jika dia membutuhkan data dari kita, dialog, sharing, dan berusaha menggali semua yang kita rasakan, insyaAlloh peruqyah tersebut syar’i.

Masih dalam tema ini :

Peruqyah tidak bisa menyimpulkan dengan keyakinan final 100% ttg jenis gangguan karena gangguan jn adalah hal ghaib sedang dia tidak mengetahuinya.selain itu dia juga tidak bisa menyimpulkan sangat detail ttg apa yang dialami pasien seperti bentuk jin, jumlah jin yang mengganggu, asalnya dari mana dll. Semua ini tidak bisa dilakukan oleh peruqyah. Kesimpulan diagnose  dan saran yang dia berikan hanya bersifat kemungkinan-kemungkinan.

  1. Cara meruqyahnya.

Setelah kita mengenali cara peruqyah syari’iyyah dalam mendiagnosa sakit yang kita alami, langkah selanjutnya adalah memastikan cara meruqyahnya.

Cara meruqyah sebenarnya hanya dengan membacakan al qur’an saja, tidak lebih tidak kurang. lalu apa fungsi diagnosa? Tujuan diagnosa adalah untuk menemukan sumber gangguan dan sumber inilah yang harus diselesaikan oelh peruqyah dan si sakit, akan tetapi proses ruqyahnya sendiri, cukup dengan membacakan al quran. Jika ada tambahan, maka tambahan tersebut adalah tambahan pengembangan yang tidak menyimpang dari sunnah, misalnya ditambah dengan usapan, pukulan, pijatan,minum air ruqyah atau mandi air ruqyah atau dikombinasi dengan herbal.

Dalam proses terapi, semua yang dilakukan peruqyah HARUS sangat jelas bagi pasien. Apa yang dia baca, kenapa dia memberikan saran berupa amalan tertentu, smua harus dijelaskan dengan terang kepada pasien dan pasien berhak bertanya jika dia menginginkannya. Oleh karena itu, peruqyah syar’iyyah biasanya membaca al quran dengan tartil, nyaring, jika dia perlu memberi air maka air itu pun juga dia bacakan dihadapan si pasien, bahkan pasien bisa membaca sendiri.

Kesimpulan point kedua ini adalah dalam praktek meruqyah, semua yang dilakukan peruqyah syar’iyyah bisa diketahui dengan jelas oleh pasien, tidak ada yang tersembunyi, tidak melakukan hal-hal yang aneh, dan tidak masuk akal.

Dengan menggunakan 2 pemahaman diatas, mudah-mudahan kita yang sedang mengalami penyakit non medis, bisa menemukan peruqyah syar’iyyah dengan lebih mudah.

Terapis pengobatan tradisional yang mengusai berbagai macam tehnik pengobatan seperti Ruqyah Syariyyah, Bekam, Akupunktur, Pijat khusus nyeri, Keseleo patah tulang dan Herbal yang sudah berpengalaman.

Tagged with: ,