Ruqyah dilarang

Ruqyah dilarang

RUQYAH DILARANG

Ruqyah dilarang
Ruqyah dilarang

Meluruskan Pemahaman yang Keliru

Ruqyah dilarang Ada sebagian orang keliru dalam memahami berberapa hadits terkait dengan ruqyah lalu berkesimpulan melarang atau menghindari dari segala yang terkait dengan ruqyah.

Diantaranya bersandar kepada beberapa hadits berikut :

  1. عنجابررضي الله عنه قال : نهي رسول الله  ﷺ  عن الرُّقي
    (رواه مسلم)

“Dari sahabat Jabir r.a berkata : RasuluLLLah  ﷺ  telah melarang Ruqyah” (HR. Muslim)

  1. 2.   عنابنمسعود رضي الله عنه قال: قال رسول الله  ﷺ  : إنّ الرقى و التِّوالة شِرْكٌ )رواه حاكم و صححه – المستدرك، كتاب الطب)

“Dari Ibn Mas’ud r.a berkata : Bersabda RasuluLLah  ﷺ  : Sesungguhnya Ruqyah dan Tiwalah (sejenis ‘pelet’) adalah perbuatan Syirik”   (HR. Hakim – Al Mustadrak, kitab Pengobatan)

  1. عنابنعباس رضي الله عنه قال : قال رسول الله  ﷺ  : ” يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا بِغَيْرِ حِسَابٍ ، قَالُوا وَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ هُمُ الَّذِينَ لا يَكْتَوُونَ وَلا يَسْتَرْقُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
    (رواه الشيخان)و في رواية عند مسلم : هُمُ الَّذِينَ لا يرقون وَلا يَسْتَرْقُونَ  ولا يتطيّرون ولا يَكْتَوُونَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Dari Ibn Abbas ra, dia berkata: Telah bersabda RasuluLLah  ﷺ  : Akan masuk surga tanpa hisab dari umatku sebanyak 70 ribu orang. Para sahabat bertanya, siapakah mereka itu ya Rasulullah ? Beliau bersabda : mereka itu adalah orang-orang yang tidak minta di-dan tidak minta diruqyah dan mereka bertawakkal kepada Robb mereka.
(HR. Bukhari-Muslim)

Dalam riwayat Imam Muslim : “mereka itu yang tidak meruqyah dan tidak minta diruqyah tidak tathoyyur, tidak minta di-kay dan mereka bertawakkal kepada Robb mereka”.

Kekeliruan itu berakar dari kekeliruan memahami istilah ruqyah itu sendiri.

Dianggapnya setiap penyebutan kata ruqyah/ruqo (الرقى/الرقية) pastilah ruqyah syar’iyyah.

Ruqyah dilarang padahal secara makna arti ruqyah itu sendiri adalah: Mantera/jampi. Dan itu bisa terdefinisi sebagai Ruqyah Syar’iyyah ataukah Ruqyah Syirkiyyah (jahiliyyah/syaithaniyyah). Sebagaimana yang dikonsultasikan seorang sahabat yang bernama ‘Auf bin Malik Al-Asyja’iy kepada baginda Nabi ﷺ :

عَنْ عَوْفٍ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قـال : كُنَّا نَرْقِي فِى الْجَـاهِلِيَّةِ، فَقُلْنـَا يـَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى بِذلِكَ ؟  فَقَالَ : أَعْرِضُوْا عَلَيَّ رُقَاكُمْ لاَ بَـأْسَ بِالرُّقَى مَالَمْ يَكُنْ شِرْكـاً
(رواه مسلم)

Dari sahabat ‘Auf bin Malik ra dia berkata : Kami dahulu meruqyah di masa Jahiliyyah, maka kami bertanya : “Ya RosuluLLaah, bagaimana menurut pendapatmu ?” Beliau  menjawab : “Tunjukkan padaku Ruqyah (mantera) kalian itu. Tidak mengapa mantera itu selama tidak mengandung kesyirikan”
(HR. Muslim).

Atau hadits Jabir bin AbdiLLaah radhiaLLaahu ‘anhu berikut:  عن جابر رضي الله عنه قال نهي رسول الله صلى لله عليه و سلَم عن الرُّقي  فجاء آل عمرو بن حزم، فقالوا : يا رسول الله إنّه كانت عندنا رقية نرقى بها من العقرب، قال : فعرضوا عليه، فقال : ما أرى بـأساً، من استطاع أن ينفع أخاه فلينفعه (رواه مسلم)

Dari Jabir ra berkata : RasuluLlah ﷺ telah melarang Ruqyah. Maka datanglah keluarga ‘Amru bin Hazm, mereka berkata : Yaa RosulaLLaah bahwa kami memiliki Ruqyah (mantera) yang biasa kami meruqyahnya jika terkena gangguan kalajengking. Maka mereka menunjukkankan (Ruqyah itu) kepada RasuluLLaah ﷺ. Lalu beliau bersabda : saya memandang tidak apa-apa ruqyah kalian itu. Barangsiapa yang mampu memberi manfaat bagi saudaranya, maka lakukanlah. (HR. Muslim)

Ruqyah dilarang, jika kita posisikan konteks pemaknaan kata ruqyah pada tempatnya maka tidak akan keliru lagi memahaminya. Bahwa yang dimaksud RUQYAH dari hadits tentang kriteria 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab itu adalah :

tidak meruqyah atau meminta ruqyah dengan ruqyah syirkiyyah/jahiliyyah/syaithaniyyah

terbukti kalimat ruqyah di hadits tersebut disandingkan dengan segala perbuatan/kebiasaan jahiliyyah (Tathoyuur, Kay dengan besi panas).

Adapun dengan ruqyah syar’iyyah tentu tidak mengapa bahkan sangat terpuji karena artinya berobat dengan Al-Quran dan dengan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

Terapi panggilan   Terapi bekam   Terapi ruqyah   Terapi saraf kejepit   Bekam di   Bekam terdekat   Bekam panggilan   Bekam bintaro   Bekam bsd   Bekam tangsel   Bekam ciledug   Bekam tangerang   Bekam jakarta   Ruqyah di   Ruqyah terdekat   Ruqyah panggilan   Ruqyah bintaro   Ruqyah bsd   Ruqyah tangsel   Ruqyah ciledug   Ruqyah tangerang   Ruqyah jakarta   Terapi di   Terapi terdekat   Terapi bintaro   Terapi bsd  Terapi tangsel   Terapi ciledug   Terapi tangerang   Terapi jakarta   Tempat terapi   Tempat bekam   Bekam wanita   Ruqyah anak   Ruqyah rumah

Bekam Jakarta Timur   Bekam Jakarta Utara   Bekam Jakarta Selatan   Bekam Jakarta Barat   Bekam Jakarta Pusat   Bekam Tangerang Selatan   Bekam Tangerang Kota   Ruqyah Jakarta Timur   Ruqyah Jakarta Utara   Ruqyah Jakarta Selatan   Ruqyah Jakarta Barat   Ruqyah Jakarta Pusat

Bekam Pondok Indah   Bekam Cipete   Bekam Tebet   Bekam Menteng   Bekam Cipondoh   Bekam Poris   Bekam Kedoya   Bekam Kebon Jeruk   Bekam Puri   Bekam Metland   Ruqyah Pondok Indah   Ruqyah Cipete   Ruqyah Tebet   Ruqyah Menteng   Ruqyah Cipondoh   Ruqyah Poris   Ruqyah Kedoya   Ruqyah Kebon Jeruk   Ruqyah Puri   Ruqyah Metland

Terapis pengobatan tradisional yang mengusai berbagai macam tehnik pengobatan seperti Ruqyah Syariyyah, Bekam, Akupunktur, Pijat khusus nyeri, Keseleo patah tulang dan Herbal yang sudah berpengalaman.

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,